Psychology for better life

Siswa Perlu Terus Didukung

April 25th, 2008 Posted in General

Jumat, 25 April 2008

YOGYAKARTA, KOMPAS - Seusai menjalani ujian nasional atau UN selama tiga hari, para murid masih membutuhkan dukungan dari keluarga dan sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian ujian sekolah selanjutnya. Selain itu, dukungan diperlukan untuk mengembalikan turunnya kepercayaan diri ketika tidak bisa mengerjakan soal UN. Pada umumnya murid mengalami stres sejak mempersiapkan diri menghadapi UN. Setelah UN, stressor tidak langsung hilang karena mereka masih waswas menunggu hasil ujian. Stressor sebenarnya diperlukan dalam hidup untuk memotivasi seseorang. Ketika stressor berada di bawah ambang batas kemampuan individu untuk menghadapinya, tidak akan terjadi masalah. Namun, ketika melebihi ambang batas, seseorang bisa menjadi tertekan atau depresi, tutur dosen Psikologi Universitas Gadjah Mada, Sutarimah Ampuni, Kamis (24/4). Cara siswa menyikapi UN yang sudah berlangsung pun berbeda-beda. Namun, Ampuni mengingatkan agar lingkungan terdekat terus memberikan dukungan. Saat ini siswa perlu diajak melupakan soal-soal yang tidak bisa dikerjakan dan berkonsentrasi ke ujian sekolah yang masih harus dijalani, ujarnya. Ketidaklulusan umumnya menjadi pengalaman traumatik yang tidak mudah disembuhkan bagi sebagian orang sehingga memengaruhi perkembangan hidup jangka panjang. Nantinya mereka yang tidak lulus butuh bantuan banyak pihak untuk mengembalikan motivasi dan kepercayaan diri sehingga bisa kembali merasakan bahwa mereka berharga, papar Ampuni. Untuk mengistirahatkan sejenak pikiran seusai UN, beragam aktivitas dilakukan siswa, mulai dari bepergian bersama rekan-rekan, sepak bola bersama, menonton film di gedung bioskop, atau bermain aneka games di warnet. Sebagian murid memilih beristirahat. Mau nyantai dulu, tidur sampai puas. Capai belajar terus, kata Rino (18), siswa SMKN 2 Yogyakarta.

 

Supaya tidak bertambah stres, siswa juga terus berpikiran positif. Yang penting saya sudah belajar dan berusaha yang terbaik. Saya yakin bisa mengerjakan soal ujian dengan baik, tapi hasilnya tidak tahu. Itu urusan nanti, ujar Adi (18), siswa SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo. Libur Untuk meredakan stres yang dialami siswa, hampir seluruh SMA dan SMK di Kulon Progo juga menetapkan hari Jumat ini sebagai hari libur bagi peserta UN. Menurut Kepala SMAN 1 Wates Sugiharto, pemberian libur penting agar siswa tidak merasa tertekan saat kembali masuk sekolah di hari Sabtu untuk memulai ujian sekolah. Perjalanan siswa masih panjang, kasihan kalau dipaksa belajar terus-terusan, lanjutnya. Pelaksanaan UN SMA/SMALB/ MA/SMK di seluruh DIY 22-24 April sendiri berlangsung lancar. Dari laporan yang masuk, penyelenggaraan UN di tiap kabupaten/kota berjalan lancar. Sampai saat ini tidak ada laporan kecurangan, kata Ketua Penyelenggara UN DIY K Baskara Aji. Sebagian besar lembar jawab komputer (LJK) juga sudah melewati proses scanning di Dinas Pendidikan DIY.

 

Baskara menjelaskan, setelah melewati proses validasi, hasil scanning dikirim ke Departemen Pendidikan Nasional untuk menjalani proses scoring nilai. Dari pantauan selama tiga hari pelaksanaan UN, Tim Pemanatau Independen (TPI) berharap kesalahan-kesalahan yang masih terjadi tidak terulang lagi pada pelaksanaan UN tingkat SMP dua pekan mendatang. Beberapa kesalahan tersebut, antara lain, siswa terlambat masuk ruang ujian, siswa membuka soal terlebih dahulu sebelum waktu yang ditentukan, dan keterbatasan sarana pendukung. Wakil Koordinator TPI UN DIY Rochmat Wahab mencontohkan, masih ada ruang ujian yang jarak antarsiswa kurang dari satu meter. Sekolah juga perlu memerhatikan berbagai sarana pendukung bagi siswa dengan kebutuhn khusus. Kami juga sempat menegur keras pengawas yang terlalu longgar mengawasi siswa di sebuah SMA swasta di Gamping, Sleman, kata Rochmat. TPI masih mengumpulkan data mengenai kasus tersebut. Ketika terbukti adanya kerja sama antara pengawas dan pihak sekolah untuk memberi kesempatan siswa bekerja sama, pengawas akan mendapat sanksi tegas. (DYA/YOP)

  1. 1 Trackback(s)

  2. Nov 12, 2014: Stephen

Post a Comment